Rabu, 01 April 2015

Cara Belajar Membuat Paving

Paving atau biasa disebut paving blok merupakan salah satu material bangunan yang digunakan untuk lantai taman, jalan dan lainnya. Fungsi utama paving block adalah sebagai lapisan permukaan tanah yang akan dipadatkan dengan menggunakan paving block ini. Sesuai dengan namanya, paving block merupakan sebuah bagian yang berbentuk block-block yang kemudian disusun sehingga menjadi lapisan permukaan tanah yang luas sesuai dengan area yang diinginkan.
Bahan dasar pembuatan paving block terdiri dari tiga material utama yaitu, semen, pasir dan campuran.  Bahan yang dapat digunakan untuk campuran adukan bisa saja menggunakan abu batu maupun material keras padat lainnya yang sesuai dengan spesifikasi paving block. Ketiga material tersebut digabungkan sesuai dengan takaran yang di inginkan, untuk mendapatkan takaran yang tepat memang dibutuhkan pengalaman kerja terlebih dahulu agar sesuai dengan kenyataan sehingga dapat di praktikkan dengan baik dan tepat. Namun biasanya untuk takaran paving yang umum disebutkan adalah dengan perbandingan adukan pasir dan semen 4:1 atau 7:1.  Takaran adukan tersebut tidak harus menjadi sebuah patokan, untuk lebih baiknya jika untuk memproduksi paving adalah dengan mendengarkan permintaan konsumen sehingga adukan dan harga dapat disesuaikan agar kualitas paving block dapat terjaga.




Pembuatan paving blok saat ini ada tiga metode yaitu metode konfensional, metode semi modern dan metode modern.  Metode konfensional merupakan sebuah metode yang banyak diterapkan dan paling banyak dijumpai di beberapa daerah saat ini karena memang biaya peralatan tidak terlalu mahal dan cara pengerjaan yang mengandalakan kecepatan serta kekuatan tenaga manusia sehingga membuat metode konfensional ini banyak dilakukan dibeberapa daerah di Indonesia.
Metode konfensional hanya menggunakan alat cetak saja yang dilengkapi dengan alat pemukul seperti tameng, berfungsi untuk memasukkan adukan dan memadatkan adukan ke dalam cetakan paving block. Namun untuk metode yang mengarah di atas metode konfensional sudah menggunakan sebuah mesin atau alat press untuk memadatkan adukannya atau bahkan untuk alat mixer adukannya juga sudah bisa dikerjakan secara mekanis.  Sehingga tugas manusia hanya menjadi operator mesin untuk mengontrol kerja mesin supaya sesuai dengan jadwal yang diharapkan atau jumlah produksi yang di inginkan. Untuk mesin yang semi moderen atau semi otomatis biasanya satu mesin dapat menghasilkan 800-2000 buah paving per hari.  Jumlah produksi paving bisa saja berbeda tergantung bentuk paving, karena masing-masing bentuk memiliki ukuran yang berbeda dan kesulitan yang berbeda.
Metode moderen merupakan sebuah metode yang paling sedikit mendapatkan campur tangan manusia karena hampir dari keseluruhan proses produksi paving block dikerjakan atau diproduksi menggunakan sistem kontrol dari mesin, mulai dari pencampuran bahan paving untuk mendapatkan adukan dengan perbandingan tertentu sudah dapat diatur dengan menggunakan komputer.  Kecepatan mesin ini juga sangat akurat dan cepat, jumlah produksi sekali cetak berkisar antara 12 buah paving dengan waktu dibawah satu menit.  Mesin paving modern ini biasa digunakan untuk oleh produsen properti atau pemilik jasa properti bonafit.

Namun pada kali ini untuk memudahkan pemahaman tentang bagaimana cara mudah belajar membuat paving maka metode yang diterapkan adalah metode konvensional dengan modal utama alat cetak yang harganya berkisar antara 300 ribu – 500 ribu tergantung bentuk dan bahan yang digunakan, kurang lebihnya harga alat dipasaran saat ini berkisar demikian.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan yang antara lain :

1.      Persiapan :
-          Cetakan (segi empat/segi enam/cacing/dll)
-          Pasir kualitas baik
-          Pasir ayakan
-          Semen
-          Abu batu (bisa gunakan yang lain sesuai selera anda)
-          Air

2.       Pengerjaan :
a.   Campurkan semen dan pasir sesuai perbandingan adukan yang diingikan (7:1 , 4:1 atau x:x)
b.  Aduk campuran tersebut dengan menggunakan air secukupnya tapi jangan terlalu basah, cobalah dengan genggam kuat adukan dengan tangan apakah sudah cukup tepat.
c.   Campurkan pasir ayakan dengan semen secukupnya saja kemudiah percikan air sedikit secukupnya, aduk dengan sangat rata sampai campuran semen dan pasir halus terlihat agak basah. (hal ini merupakan solusi untuk mengatasi adukan yang lengket pada cetakan, karena hal ini merupakan masalah utama yang muncuk untuk seorang pemula pencetak paving)
d.    Gunakan adukan “c” untuk lapisan atas adukan, jadi taburkan terlebih dahulu adukan “c” baru kemudian adukan pasir biasa atau adukan “b” supaya tidak lengket.
e.      Padatkan
f.      Cetak

Usahakan tempat yang digunakan untuk meletakkan hasil cetakan memiliki permukaan yang rata, bisa gunakan papan sepanel agar lebih mudah.  Untuk menguji apakah paving anda baik maka saat mencetak usahakan meletakkan paving yang baru dicetak dengan posisi berdiri (mudah-mudahan penyampaian berdiri ini bisa dipahami).

Demikianlah cara mudah dan cepat membuat paving serta solusi mengatasi mencetak paving agar tidak lengket pada cetakan.  Semoga bermanfaat untuk anda yang ingin mengembangkan usaha paving dan semoga sukses.


 sumber : www.wartasaranaberita.com 
                www.PewarnaPaving.com  

Jumat, 09 Januari 2015

Perbandingan warna merah bayferrox lanxess






Mengetahui perbandingan warna Red 130M Lanxess Bayferrox Germany, Red 4130 Lanxess Bayferrox China, Red 03 Lanxess Germany, Red 129 Everbright China, Yellow 4920 Lanxess Bayferrox, dan Black 4330 Lanxess Bayferrox China.

Perbedaan warnanya bisa dilihat pada gambar diatas.

Call Us :
Dicky Fanani
Call / SMS / Whatsapp : 081.330.610.290

Office :
Dukuh Kupang Barat I Gang 3 No 2
Surabaya

Pewarna Pupuk NPK



UD Bintang Indonesia - Distributor pewarna pupuk NPK merah Ponska dan biru Mutiara. Kami menyediakan iron oxide red seperti Ponska, turquise blue seperti Mutiara, dan carbon black untuk Pupuk SP.

Kami sudah mengirimkan ke banyak daerah pusat-pusat pabrik pupuk NPK untuk mensuplai kebutuhan pewarna pupuknya. Seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, Medan, Padang, Kalimantan, dan Bali.

Call Us :
Dicky Fanani
Call / SMS / Whatsapp : 081330610290

Office :
Wisma Permai Tengah 1 No 31 Blok AA-27 Surabaya 

Kamis, 13 Februari 2014

Iron Oxide adalah

Iron Oxide adalah bahan kimia anorganik yang digunakan untuk pewarnaan. Diantaranya untuk bahan baku utama warna cat, keramik, paving, genteng, pupuk NPK, jalan pedestrian, dll. Bentuk Iron Oxide adalah bubuk atau powder dengan kandungan Fe2O3 min. 95%.

Warna Iron oxide diantaranya warna merah (red), hitam (black), kuning (yellow), hijau (green), coklat (brown), biru (blue), oranye (orange).

Produksi Iron Oxide berasal dari beberapa negara seperti Indonesia, China, India dan Germany.

UD BINTANG INDONESIA 

HP / WA : 081.330.610.290
Surabaya City, East Java, Indonesia

Selasa, 21 Januari 2014

Bahan dan Cara Pembuatan Paving | UD BINTANG INDONESIA

  • Bahan baku paving block yang utama adalah pasir dengan gradasi baik dan semen sebagai bahan pengikat.
  • Komposisi dari adukan yang umum dipakai (semen : pasir) adalah : 1 : 3 ; 1 : 4 ; 1 : 5 bahkan lebih sesuai dengan mutu yang diinginkan.
  • Disamping itu dapat ditambahkan bahan substitusi lainnya seperti abu batu, abu terbang, kapur dan bahan lainnya yang dapat memperbaiki mutu dari paving block tersebut.
  • Paving block dapat diproduksi baik secara mekanis, cara semi mekanis dan secara manual dengan cetak tangan.
  • Pada umumnya mutu paving block yang diproduksi dengan peralatan mekanis memiliki mutu yang tinggi.
  • Bahan-bahan dicampur dalam perbandingan tertentu sesuai dengan peruntukan dan mutu yang direncanakan, kemudian dicetak dan dipadatkan dengan getaran.
  • Setelah dibuka dari cetakannya disimpan pada tempat yang terlindung dari panas matahari langsung dan hembusan angin yang berlebihan.
  • Supaya hasilnya lebih baik dilakukan perawatan seperti beton dengan penyiraman secara teratur. Setelah mencapai umur 28 hari paving block dapat diuji mutunya dan siap untuk dipasarkan.
  • Dari hasil penelitian yang menggunakan limbah kapur soda 1 : 4 terhadap volume diperoleh kuat tekan 214 kg/cm2 termasuk mutu III (Abdurachim A, 1993).
  • Penelitian lain menunjukkan penambahan abu terbang sebagai bahan substitusi pengganti semen sangat memuaskan yaitu : sebesar 30% dari berat semen untuk mutu I (400 kg/cm2), untuk mutu II (300 kg/cm2) sebesar 40% dan untuk mutu III (200 kg/cm2) mencapai 50% dari berat
    semen (Andriati AH dkk, 1990; Abdurachim A. dkk, 1993).
SUMBER : (Teknik Bangunan PLPG Unila) / daniel If Note
                    www.PewarnaPaving.com

CARA MEMBUAT PUPUK NPK SENDIRI


Salam Pertanian !! Maspary selalu mengajak kepada para rekan-rekan petani untuk selalu belajar hidup mandiri. Selalu belajar mencari bahan disekitar kita untuk mendukung kegiatan pertanian yang sedang kita lakukan. Selalu mencari solusi termurah dan termudah terhadap saprodi yang kita perlukan. Oleh karena itu Gerbang Pertanian kali ini akan mengulas sedikit cara membuat NPK sendiri.

Kita ketahui bersama selain pupuk NPK harganya mahal apalagi yang tidak bersubsidi (NPK Mutiara, NPK BASF dan NPK Hydro), juga terkadan NPK bersubsidi kalau sedang kita butuhkan sulit didapatkan dikios-kios. Yah……. namanya barang bersubsidi, kadangkala dijadikan sebagai bahan permainan para pedagang. Walaupun terkadang sangat merugikan petani (barang langka dan harga diatas HET).
Artikel cara membuat pupuk NPK sendiri yang akan saya sampaikan merupakan cara menghitung/ mengkombinasi pupuk Urea, SP36 dan KCl sehingga mempunyai kandungan NPK sesuai dengan yang kita inginkan. Pupuk NPK di pasaran mempunyai kandungan berbagai macam, 15:15:15 (NPK Ponska ), 16:16:16 (NPK Mutiara), 20:10:10 (NPK Pelangi) dan lain sebagainya.
Cara membuat pupuk NPK sendiri:
  1. Kita tentukan dulu kandungan pupuk NPK yang akan kita buat. Untuk lebih mempermudah penjelasan kita contohkan akan membuat pupuk NPK sendiri dengan kandungan 20:15:10.
  2. Hitung kebutuhan pupuk NPK yang akan kita buat. Misalnya kita akan membuat 200 Kg pupuk NPK dengan kandungan 20:15:10.
  3. Kita hitung jumlah masing-masing unsur hara yang kita butuhkan. Unsur N : 20% X 200 = 40 kg. Unsur P : 15% X 200 = 30 Kg. Unsur K : 10% X 200 = 20 Kg.
  4. Kita konversikan kebutuhan masing-masing unsur hara dengan pupuk tunggal yang telah kita persiapkan (Urea, SP36 dan KCl). Kandungan N dalam urea adalah 54% maka untuk mendapatkan N 40 Kg maka kita butuh Urea (100 : 54) X 40 = 74 Kg Urea. Untuk mendapatkan unsur P 30 Kg kita butuh SP36 (100 : 36) X 30 = 83,3 Kg SP36. Sedangkan kebutuhan unsur K sebesar 20 Kg akan kita perolaeh dari KCl (100 : 45) X 20 = 44,4 Kg.
  5. Oleh karena itu NPK dengan komposisi 20 : 15 : 10 sebanyak 200 Kg setara dengan Urea 74 Kg + SP36 83,3 Kg + KCl 44,4 Kg.

Contoh pembuatan NPK lain :
Untuk membuat Pupuk yang setara dengan 50 Kg NPK Ponska (15 : 15 : 15) maka kita butuh :
Urea : ((15 : 100) X 50 Kg) X (100 : 54) = 13,8 Kg Urea
SP36 : ((15 : 100) X 50 Kg) X (100 : 36) = 20,8 Kg SP36
KCl : ((15 : 100) X 50 Kg) X (100 : 45) = 16,66 Kg KCl
Saya kira harga 50 Kg NPK Ponska akan lebih mahal jika dibanding dengan kombinasi 13,8 Kg Urea, 20,8 Kg Sp 36 dan 16,66 Kg KCl. Selamat mencoba !
Semoga artikel dari maspary yang berjudul Cara Membuat Pupuk NPK Sediri ini bisa bermanfaat bagi pembaca semua. (maspary).

Sumber : www.gerbangpertanian.com

Rabu, 08 Januari 2014

Pusat Penjualan Iron Oxide | 081 330 610 290

Disinilah pusat penjualan iron oxide di Indonesia. Berbagai macam warna Merah 130, Merah 190, Merah 4130, Merah 130M, Hitam 318, Hitam 4330, Hitam 722, Kuning 920, Kuning 930, Kuning 4920, Kuning 313, Hijau 5605, Coklat 4686, Coklat 686, Biru 2405 dan warna lainnya.

Office :
Dukuh Kupang Barat I Gang 3 No 2 Surabaya 60255
HP / WA : 081 330 610 290